Buddha Akshobhya merupakan salah satu dari Panca Tathagata atau Lima Buddha Kebijaksanaan yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Buddha Mahayana dan Vajrayana. Dalam sistem kosmologi Buddhis, Akshobhya menempati arah timur, yaitu arah yang secara simbolis dikaitkan dengan terbitnya matahari sebagai lambang awal kehidupan, kelahiran kembali, dan munculnya pencerahan. Nama Akṣobhya berasal dari bahasa Sanskerta yang…
Read MoreBuddha Ratnasambhava merupakan salah satu dari Panca Tathagata atau Lima Buddha Kebijaksanaan yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Buddha Mahayana dan Vajrayana. Dalam susunan kosmologi Buddhis, Ratnasambhava menempati arah selatan, yang secara simbolis dikaitkan dengan kemakmuran, kelimpahan, dan kesejahteraan. Nama Ratnasambhava berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu ratna yang berarti “permata” atau “harta yang berharga”, sedangkan…
Read MoreBuddha Wairocana (Vairocana) merupakan Buddha utama dalam konsep Panca Tathagata atau Lima Buddha Kebijaksanaan yang berkembang dalam tradisi Buddha Mahayana dan kemudian disempurnakan dalam ajaran Vajrayana. Nama Vairocana berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu viroc yang berarti “bersinar”, “memancarkan cahaya”, atau “menerangi”. Secara harfiah, Vairocana dimaknai sebagai Buddha yang memancarkan cahaya ke seluruh penjuru alam semesta,…
Read MoreBatu diatas merupakan batuan kristal alam yang terbentuk dengan permukaan batu berpola memanjang lancip. Badan batu ini terbentuk seperti tower secara alami. Batu ini memiliki warna putih kekuningan serta berserat kabut halus. Selain itu batu tersebut juga tembus cahaya dari berbagai sisi. Batu ini memiliki struktur yang keras dan padat karena termasuk batuan dalam yang…
Read MoreBatu diatas merupakan batu kristal alam yang berpola kotak-kotak (cube) dengan pola batu memanjang. Batu ini berjeniskan clear calsite spark dengan serat kabut es halus pada bagian dalamnya. Warna batu putih mengarah keemasan serta tembus cahaya dari berbagai sisi. Struktur batu termasuk keras dan biasanya untuk bahan cincin permata.
Read MoreFragmen bata kuno yang ditemukan merupakan bata berbahan dasar tanah liat bakar berwarna merah kecokelatan dengan tingkat pelapukan sedang hingga tinggi. Secara morfologis, bata masih mempertahankan bentuk persegi panjang meskipun beberapa bagian sudut dan tepinya telah mengalami abrasi akibat proses pelapukan alam. Permukaan bata menunjukkan tekstur kasar dengan pori-pori yang cukup banyak, mengindikasikan penggunaan lempung…
Read MoreFragmen yang ditemukan merupakan artefak berbahan batu andesit berwarna abu-abu kecokelatan dengan tingkat pelapukan sedang hingga tinggi. Permukaan batu menunjukkan tekstur kasar akibat proses pelapukan jangka panjang, ditandai dengan abrasi pada bagian tonjolan relief, pori-pori yang mulai terbuka, serta hilangnya detail pahatan pada beberapa sisi. Secara umum, fragmen masih memperlihatkan bekas pengerjaan manusia berupa pahatan…
Read More
Recent Comments