Dapur (Dhapur): Jalak Sangu Tumpeng
Tangguh: Singasari
Pamor: Lar Gangsir

Penjelasan Istilah Perkerisan
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai spesifikasi keris yang tertera pada catatan tersebut:
A. Dhapur: Jalak Sangu Tumpeng
Pengertian: Dhapur adalah nama bentuk atau rincian ricikan (anatomi) fisik bilah keris.
Ciri Fisik: Keris ini tergolong keris lurus (tidak ber-luk). Anatominya memiliki gandik lugas, pejetan, tikel alis, sogokan depan dan belakang, sraweyan, serta greneng.
Makna & Filosofi:
“Sangu” berarti bekal, dan “Tumpeng” adalah nasi gunungan simbol rasa syukur serta ketuhanan.
Keris dhapur Jalak Sangu Tumpeng melambangkan pencarian rezeki, kecukupan bekal hidup (material dan spiritual), serta keselamatan. Keris ini secara tradisional dianggap sebagai “pusaka pesangon” atau bekal bagi seseorang dalam mengarungi kehidupan, berbisnis, maupun merantau agar tidak pernah kekurangan pangan dan petunjuk keselamatan.
B. Tangguh: Singasari
Pengertian: Tangguh merujuk pada estimasi era pembuatan, gaya/khas daerah, serta keilmuan empu pembuatnya.
Asal-usul & Sejarah: Singasari merujuk pada era Kerajaan Singhasari/Singasari di Malang, Jawa Timur (sekitar abad ke-13, era Ken Arok hingga Kertanegara). Keris Tangguh Singasari tergolong keris sepuh (sangat kuno/klasik).
Karakteristik Visual: Bilah keris Tangguh Singasari umumnya berukuran sedang, terkesan kokoh, dan berkarakter kuat/gagah (sepras) dengan kualitas besi yang padat serta hitam legam. Keris era ini sangat legendaris dalam khazanah sejarah Nusantara.
C. Pamor: Lar Gangsir
Pengertian: Pamor adalah pola hiasan hasil dari lipatan besi dan bahan meteorit/nikel pada permukaan bilah keris.
Ciri Visual: “Lar Gangsir” berarti “sayap jangkrik gembong/gangsir”. Pola pamor ini sangat rumit dan indah, membentuk lipatan-lipatan melingkar berulang yang menyerupai serat atau lipatan pada sayap jangkrik gangsir. Pembuatannya tergolong sangat rumit dan membutuhkan teknik tempa lipat (miring) tingkat tinggi.
Filosofi & Tuah:
Jangkrik gangsir dikenal sebagai hewan yang berani, pantang menyerah, dan memiliki suara lantang yang menggetarkan musuh/pemangsa.
Pamor Lar Gangsir dipercaya memiliki tuah penolak bala/penangkal gangguan gaib, meningkatkan kewibawaan, ditakuti musuh/saingan (gertak bumi), serta mendatangkan ketenangan lahir dan batin bagi pemiliknya.

Ringkasan Deskripsi
Catatan ini merangkum identifikasi sebuah keris dengan kombinasi yang terbilang sangat istimewa:
Bentuk: Keris lurus ber-dhapur Jalak Sangu Tumpeng (simbol kecukupan bekal hidup dan rezeki).
Era/Estimasi: Tangguh Singasari (era Kerajaan Singasari/abad ke-13, tergolong keris sepuh klasik).
Motif Pamor: Lar Gangsir (pamor bermotif rumit tingkat tinggi yang melambangkan kewibawaan dan perlindungan penolak bala).

    Leave a Comment