Keris Pulanggeni Lurus Pamor Ombak Segara Tangguh Majapahit” terdiri atas empat unsur utama dalam ilmu perkerisan, yaitu dhapur, luk, pamor, dan tangguh. 1. Dhapur: Pulanggeni Lurus Dhapur adalah nama bentuk atau rancangan bilah keris. Pulanggeni Lurus merupakan keris dengan bilah lurus (tanpa luk) yang memiliki ricikan tertentu sesuai pakem. Secara umum, ciri-cirinya meliputi: a. Bilah lurus dengan proporsi ramping. b. Gandhik berukuran sedang. c. Memiliki pejetan yang jelas. d. Greneng lengkap pada bagian bawah bilah. e. Ganja umumnya bergaya kelap lintah.

Nama Pulanggeni berasal dari tokoh dalam pewayangan, yaitu pusaka milik Arjuna. Dalam tradisi Jawa, nama tersebut melambangkan kecerdasan, keteguhan hati, keberanian yang terkendali, dan kemuliaan budi. Perlu dicatat bahwa rincian ricikan dapat sedikit berbeda menurut pakem Surakarta, Yogyakarta, Madura, maupun penafsiran para ahli keris. 1. Pamor: Ombak Segara Pamor adalah motif yang terbentuk dari perpaduan lapisan besi, baja, dan bahan pamor saat proses penempaan. Ombak Segara memiliki pola menyerupai gelombang laut yang bergulung memanjang di permukaan bilah. Karakteristiknya: a. Garis pamor bergelombang. b. Pola mengalir mengikuti bentuk bilah. c. Memberikan kesan dinamis dan anggun. d. Termasuk pamor yang membutuhkan keterampilan tempa tinggi.

Keris Pulanggeni Lurus Pamor Ombak Segara Tangguh Majapahit menggambarkan sebuah keris lurus bergaya klasik dengan karakter bilah yang anggun, dihiasi pamor menyerupai gelombang laut, dan memiliki ciri pengerjaan yang menyerupai karyakarya empu pada masa Majapahit. Kombinasi tersebut menjadikan keris ini dipandang memiliki nilai estetika, historis, dan budaya yang tinggi di kalangan pecinta keris.

Leave a Comment